Kita semua tahu bawang putih yang paling sering digunakan sebagai bumbu atau bumbu. Anda suka atau tidak suka ketika Anda melihatnya atau mencium baunya dari makanan Anda. Bawang putih, baik mentah atau dimasak, terkenal dengan bau khasnya yang kuat. Tapi, tahukah Anda bahwa bawang putih selain untuk keperluan kuliner ternyata bisa dimanfaatkan secara medis. Padahal, bawang putih sudah lama dianggap sebagai herbal “Obat Ajaib”.

Saat dihancurkan atau dicincang halus, bawang putih menghasilkan allicin, senyawa antibiotik dan antijamur yang pengobatan alternatif herbal kuat (phytoncide). Ini juga mengandung ajoene, allicin, enzim, vitamin B, mineral, dan flavonoid.

Ajoene, disulfida tak jenuh, terbentuk dari ikatan tiga molekul allicin. Bau dan rasa bawang putih yang kuat berasal dari Allicin. Setelah siung bawang putih dihancurkan atau dicincang halus, terjadi pelepasan allicin. Ketika allicin dilarutkan dalam berbagai pelarut termasuk minyak nabati, ajoene terbentuk. Ajoene juga dapat ditemukan dalam ekstrak bawang putih. Ajoene paling stabil dan paling melimpah di maserat bawang putih (bawang putih cincang dalam minyak nabati).

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan ajoene memiliki sifat antitrombotik (anti-pembekuan), yang membantu mencegah trombosit dalam darah membentuk gumpalan darah. Khasiat tersebut berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke pada manusia.

Setidaknya ada 12 penelitian yang dirancang dengan baik yang diterbitkan di seluruh dunia yang mengkonfirmasi bahwa bawang putih dalam beberapa bentuk dapat mengurangi kolesterol. Studi terbesar sejauh ini dilakukan di Jerman di mana 261 pasien dari 30 praktik umum diberikan tablet bubuk bawang putih atau plasebo. Setelah masa pengobatan 12 minggu, rata-rata kadar kolesterol serum turun 12% dan trigliserida turun 17% pada kelompok yang diobati dengan bawang putih dibandingkan dengan kelompok plasebo.

Para ilmuwan menemukan bahwa allicin memblokir enzim dengan bereaksi dengan salah satu komponen penting mereka yang dikenal sebagai kelompok sulfhidril (SH), atau tiol, yang juga merupakan komponen penting dari beberapa enzim yang berpartisipasi dalam sintesis kolesterol. Dengan bereaksi dengan dan memodifikasi gugus sulfhidril dalam enzim tersebut, allicin dapat mencegah produksi kolesterol yang menyumbat arteri. Ini bisa minyak kutus kutus memberikan penjelasan yang mungkin tentang bagaimana bawang putih menurunkan kadar kolesterol berbahaya.

Meskipun demikian, bawang putih dipercaya memiliki efek samping. Karena sifatnya yang kuat, bawang putih mentah tidak boleh dimakan dalam jumlah besar karena dapat menimbulkan masalah, misalnya iritasi atau bahkan kerusakan pada saluran pencernaan. Juga, ada beberapa orang yang alergi terhadap bawang putih. Gejala alergi bawang putih termasuk ruam kulit, suhu dan sakit kepala. Juga, bawang putih berpotensi mengganggu anti-koagulan, jadi sebaiknya dihindari sebelum operasi.

Jangan ragu untuk menggunakan artikel ini di situs web atau ezine Anda selama informasi tentang penulis/situs web berikut disertakan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.